Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific Airways, telah meminta maaf kepada aktor sekaligus penyanyi Wu Chun setelah ia mengungkapkan kekecewaannya secara online terkait keterlambatan bagasi yang dialaminya selama tiga hari. Wu Chun, yang baru-baru ini terlibat dalam kampanye promosi maskapai tersebut, merasa frustasi setelah melakukan banyak panggilan telepon tanpa mendapatkan solusi mengenai bagasinya yang hilang.
Insiden ini memicu reaksi publik yang negatif terhadap Cathay Pacific, mendorong perusahaan untuk meminta maaf dan mengambil langkah cepat untuk menemukan bagasi Wu. Pada hari Sabtu, maskapai tersebut mengkonfirmasi kejadian ini dan menyatakan, “Cathay Pacific dengan tulus meminta maaf atas keterlambatan bagasi yang disebabkan oleh penerbangan penghubung dan pengaturan transfer selanjutnya, serta atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan kepada pelanggan.” pernyataan tersebut disampaikan dalam balasan kepada South China Morning Post.
Dalam sebuah video yang diunggah pada Kamis sore di Prancis melalui platform media sosial Weibo, Wu mengekspresikan kemarahannya dan menjelaskan situasi yang dialaminya. Meskipun bagasi tersebut akhirnya ditemukan, Wu merasa perlu untuk berbagi pengalamannya. “Saya menunggu di Paris selama tiga hari tanpa mendapatkan jawaban, jadi saya memutuskan untuk mengunggah video ini. Saya minta maaf,” ungkapnya.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya pelayanan pelanggan dalam industri penerbangan, terutama bagi penumpang yang memiliki reputasi tinggi seperti Wu Chun. Keterlambatan bagasi dapat menjadi pengalaman yang sangat menjengkelkan, dan reaksi cepat dari Cathay Pacific mungkin menjadi langkah positif untuk memperbaiki citra mereka setelah insiden ini. Di Indonesia, pengalaman serupa juga kerap dialami oleh penumpang, yang menunjukkan bahwa masalah bagasi adalah isu global yang perlu diperhatikan oleh semua maskapai penerbangan.